Makalah: INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
ILMU SOSIAL DASAR
DOSEN: JUNAEDI ABDILLAH
OLEH:
Risma Permatasari
17115744
Fakultas Sistem Informasi
Universitas Gundarma
2015
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan
kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nyalah sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul "Individu, Keluarga dan Masyarakat". Tugas makalah ini dibuat guna untuk memenuhi nilai tugas
dalam mata kuliah Ilmu Sosial Dasar pada Fakultas Sistem Informasi.
Saya
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab
itu saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain
sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, dikarenakan manusia merupakan
makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri atau masih membutuhkan bantuan
dari pihak lain. Bersosialisasi pun sangat penting dalam menjalin hubungan yang
baik antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Jika tidak adanya individu,
maka keluarga dan masyarakat pun tidak akan tercipta. Begitu pula dengan
individu, tidak akan bisa berjalan sendiri jika tidak adanya keluarga dan
masyarakat, karena dengan adanya keluarga dan masyarakat, masing-masing
individu dapat mengekspresikan segala hal yang berhubungan dengan sosial. Aspek
individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang
tidak bisa dipisahkan.
1.2
Rumusan Masalah
Mengulas
tentang Penduduk, masyarakat dan kebudayaan
1. Pengertian
Individu
2. Pengertian
Keluarga
3. Pengertian Masyarakat
1.4
TUJUAN PERMASALAHAN
1. Agar lebih mengetahui pengertian
Individu, Sosial dan Masyarakat
2. Makalah ini ditulis untuk
memenuhi salah satu syarat dalam mengikuti mata kuliah dan tugas Ilmu
Sosial Dasar.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Individu
Kata “ Individu” berasal dari kata latin, yaitu individuum,
berarti “yang tak terbagi”. Jadi merupakan
suatu sebutan yang dapat dipakai
untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Arti
lainnya
adalah sebagai pengganti “orang seorang” atau manusia perorangan. Disini
terlihat bahwa sifat dan
fungsi manusia, sebagaimana ia hidup di tengah-tengah
individu lain dalam masyarakat. Individu adalah
seorang manusia yang tidak
hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,malainkan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga
aspek yang melekat sebagai
persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik
jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila
terjadi
kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.
Individu dalam
tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama
menyimpang dari norma kolektif
kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga
memengaruhi masyarakat (Hartomo,
2004: 64).
Individu bukan berarti manusia sebagai suatu
keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas,
yaitu sebagai manusia perorangan, dapat kita uraikan, bahwa individu adalah
seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan
sosialnya, melainkan juga
mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik
dirinya. Makna manusia menjadi individu apabila
pola tingkah lakunya hampir
identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang
meningkatkan
ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada ia adalah dirinya sendiri,
disebut proses
individualisasi atau aktualisasi diri.
Manusia sebagai individu memiliki tugas pada dirinya
sendiri yaitu:
1.
Menuntut ilmu pengetahuan,
merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran dan
kesejahteraan.
Kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus belajar. Proses belajar berarti
proses
perubahan sikap dan perilaku dengan mendapatkan pengalaman dan
pelatihan.
2. Menghiasi diri dan budi pekerti
dengan baik serta akhlak yang terpuji, setiap tindakan dan perbuatan dalam
kehidupan bermasyarakat selalu bercermin pada keindahan dan keelokan budi
pekerti maka akan tercipata
kesejukan dalam kehidupan bermasyarakat.
Individu
tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar
belakang
keberadaanya. Individu
berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya
yang
selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada
pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di
tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi
pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuk pribadinya.
Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi
tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi:
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
Pada
garis besarnya terdapat tiga golongan, yaitu ;
a.
Pendirian Navistik
Menurut
para ahli golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata
ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Para ahli ini menunjukan
berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya.
b. Pendirian
Empiris dan Environmentalistik
Pendirian
ini berlawana dengan navistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan
individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan
sama sekali. Menurut faham ini di dalam pertumbuhan individu baik dasar maupun
lingkungan kedua-duanya memgang peranan penting.
c. Pendirian
Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan
para ahli mengikuti pendirian konvergensi dengan modifikasi seperlunya. Suatu
modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh
konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis
yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan
pertumbuhan individu.
2. Keluarga
Keluarga berasal dari bahasa
sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang
berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana
beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti (”nuclear
family”) terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka. Keluarga merupakan
unit satuan masyarakat terkecil sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam
masyarakat.
Keluarga diartikan sebagai suatu
satuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial, yang
ditandai dengan adanya kerja sama ekonomi. Fungsi keluarga adalah berkembang
biak, mensosialisasi, mendidik anak, menolong, melindungi, atau merawat
orang-orang tua (jompo). Bentuk keluarga terdiri dari seorang suami, seorang
istri, dan anak-anak yang biasanya tinggal dalam satu rumah yang sama (
keluarga inti). Secara resmi terbentuk dari hasil perkawinan.
Menurut
Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.
Sedangkan menurut Durkhem, keluarga adalah lembaga social sebagai hasil
factor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan.
Secara umum
fungsi keluaraga meliputi;
1.
Pengaturan Seksual
Dapat
dibayangkan apabila tidak ada keluarga maka akan terjadi seks bebas yang
diakibatkan tidak adanya pengaturan seksual, oleh karena itu, disinilah fungsi
keluarga agar pengaturan seksual dapat dikontrol dan tidak ada lagi kelahiran
di luar nikah.
Keluarga
berfungsi untuk membentuk keturunan, walaupan banyak yang berpandangan bahwa banyak
anak akan menambah beban hidup, dan ada pula yang mengharapkan banyak anak
untuk jaminan bagi orang tua di masa depan.
Sebelum
bersosialisasi dalam masyarakat ada halnya kita bersosialisasi terlebih dahulu
dalm keluarga agar terbebtuknya kepribadian, sikap, perilaku, dan tanggapan
emosinya, sehingga ketika kita bermasyarakat dapat diterima dengan baik.
D. TAHAP
PERTUMBUHAN INDIVIDU BERDASAR PSIKOLOGI
Pertumbuhan
individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui
beberapa fase sebagai berikut:
a.
Masa Vital
Pada
masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan
berbagai hal
dalam dunianya. Pendapat semacam ini mungkin beralasan pada
kenyataan, bahwa pada masa ini
mulut memainkan peranan terpenting dalam
kehidupan individu .
b.
Masa Estetik
Masa
estetik dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan. Sebenarnya kata
estetik
diartikan bahwa pada masa ini pertumbuhan anak yang terutama adalah
fungsi panca indera. Pada
masaini terjadi apa yang kita sebut dengan
menghendaki, dan kehendak yag dimiliki tidak dapat
ditahan-tahan; akan tetapi,
kalau dia telah memperolehnya maka dia tidak lagi memperdulikan; dan
menghendaki
benda lain dan seterusnya.
c.
Masa intelektual(masa keserasian bersekolah)
Setelah
anak melewati masa kegoncangan yang pertama, maka proses sosialisasinya telah
berlangsung dengan lebih efektif. Sehingga menjadi lebih matang untuk dididik
daripada masa-masa
sebelumnya.
d. Masa Remaja
Masa
remaja merupakan masa yang banyak menarik perhatian masyarakat karena mempunyai
sifat-sifat khas dan yang menentukan dalam kehidupan individu dalam
masyarakatnya.
Berbagai peranan yang terdapat di dalam
keluarga adalah sebagai berikut :
1. Peranan
Ayah : Ayah sebagai suami dari istri dan anak-anak, berperan sebagai pencari
nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala keluarga,
sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari kelompok
sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.
2. Peranan
Ibu : Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk
mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung
dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota
masyarakat dari lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai
pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
3. Peran
Anak : Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai dengan tingkat
perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
Tugas-tugas Keluarga
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan
tugas pokok sebagai berikut :
1. Pemeliharaan
fisik keluarga dan para anggotanya.
2. Pemeliharaan
sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
3. Pembagian
tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya masing masing.
4. Sosialisasi
antar anggota keluarga.
5. Pengaturan
jumlah anggota keluarga.
6. Pemeliharaan
ketertiban anggota keluarga.
7. Penempatan
anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
8. Membangkitkan
dorongan dan semangat para anggotanya.
Fungsi
Keluarga
Ada beberapa
fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
1. Fungsi
Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak
untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
2. Fungsi
Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah bagaimana
keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
3. Fungsi
Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari
tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung
dan merasa aman.
4. Fungsi
Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif
merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi
dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu
sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi
Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan mengajak
anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala
keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang mengatur
kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
6. Fungsi
Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber
kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga
bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa
sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi
Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke
tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan
dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama,
bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
Fungsi Biologis.
Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan
sebagai generasi penerus.
Memberikan
kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta membina
pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
3. Masyarakat
Dalam bahasa Inggris masyarakat
disebut juga society, asal katanya socius yang
berarti kawan. Adapun kata “masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu syirk,
artinya bergaul. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk
aturan hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan,
melainkan oleh unsur-unsur lain dalam lingkungan sosial yang merupakan
kesatuan. Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan
kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam
lingkungannya.
Tatanan kehidupan, norma-norma yang
mereka miliki itulah yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan
mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri
kehidupan yang khas.
Menurut kenyataan di lapangan,s uatu
kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. Bisa juga berlatar belakang
suku.Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan
menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat modern).
1. Masyarakat sederhana. Dalam
lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung
dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin,
nampaknya berpangkal tolak dari kelemahan dan kemampuan fisik antara
seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buaspada saat itu.
Kaum pria melakukan pekerjaan yang berat-berat seperti berburu, menangkap ikan
di laut, menebang pohon, berladang dan berternak. Sedangkan kaum wanita
melakuakan pekerjaann yang ringan-ringan seperti mengurus rumah tangga,
menyusui dan mengasuh anak-anak ,merajut, membuat pakaian, dan bercocok tanam.
2.
Masyarakat Maju. Masyarakat maju
memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok
organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan
serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Organisasi kemasyarakatan tumbuh dan berkembang dalam
lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional, regional maupun
internasional.
Tugas manusia
sebagai anggota masyarakat:
1. Saling
tolong menolong dan bantu membantu dalam kebajikan
2. Ikut
meringankan beban kesengsaraan orang lain
3. Menjaga dan
memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban lingkungan dan masyarakat
4. Menghindari
perkataan dan tindakan yang menyakitkan orang lain sehingga tercipta
ketergantungan yang
saling menguntungkan.
5. Hak ialah suatu yang merupakan milik atau dapat dimiliki oleh
seseorang sebagai manusia. Hak ini dapat dipenuhi dengan memenuhinya atau dapat
juga hilang seandainya pihak yang berhak merasa rela apabila haknya tidak
dipenuhi.
6. Kewajiban ialah hal-hal yang wajib dilakukan atau diadakan oleh
seorang dari luar dirinya untuk memenuhi hak dari pihak yang lain.Yang dapat
menentukan individu memiliki hak dan kewajiban adalah norma yang dianut, adat
istiadat yang mentradisi dan agama yang diyakini.
7. Ada dua bentuk hak yang sangat mendasar, yang dapat dimiliki oleh
individu :
8. 1. Hak asasi yang bersifat natural,
seperti hak untuk hidup, hak untuk merdeka, hak untuk mendapatkan kehormatan.
Hak-hak tersebut yang menyebabkan manusia memperoleh kebebasan pada kurun waktu
yang panjang
9. 2. Hak
asasi yang bersifat umum, yaitu hak persamaan. Diperlukan seorang individu
dalam kedudukannya sebagai individu dalm suatu masyarakat. Dalam hak persamaan
tidak terdapat sifat diskriminasi golongan, jenis, bahasa, agama, pandangan
politik, asal negara, tingkat sosial, kelahiran.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Manusia sebagai makhluk individu, keluarga, dan
masyarakat oleh karenanya manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial yang
selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Kita
tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk sosial serta
memahami tugas dan kewajibannya dalam stiap tatanan kehidupan berkelompok dan
dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
Dari seluruh uraian mengenai relasi individu dengan
enam macam lingkungan sosial mulai dari keluarga sampai nasional, dapat ditarik
kesimpulan sementara, bahwa individu mempunyai makna langsung apabila konteks
situasional adalah keluarga atau lembaga sosial, sedangkan individu dalam
konteks lingkungan sosial yang lebih besar, seperti masyarakat nasion, posisi
dan peranannya semakin abstrak.
B. Saran
Dalam
bermasyarakat ciptakanlah sikap saling tolong – menolong dalam hal kebajikan,
agar terciptanya sikap kekeluargaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
DAFTAR
PUSTAKA